Rabu, 19 Februari 2014

CARA MEMASANG RELAY UNTUK KLAKSON/LAMPU TAMBAHAN

Catatan Revisi:
Berhubung banyak yang mempermasalahkan penggunaan kaki relay no.30 & 87, maka diagram di bawah sudah di revisi, kaki no.30 ke accu, kaki 87 ke klakson/lampu. Thanks buat semua masukannya yang sangat membangun. Indahnya saling koreksi.

Banyak diantara kita yang kurang puas dengan suara klakson bawaan motor/mobil yang kurang keras/lantang, atau juga lampu standar yang kurang terang atau berdaya kecil.
Di toko partshop atau asesoris otomotif, banyak dijual klakson aftermarket yang suaranya bagus seperti Fiam, Hella, bosch, PIAA, Wolo, Hadley, fer, dsb.
Klakson tersebut membutuhkan daya yang cukup besar, sayangnya kabel yang terpasang pada klakson standar bawaan motor/mobil tidak dapat mengakomodasi kebutuhan daya tersebut.
Malah bisa jadi saklar klakson tersebut akan cepat rusak karena setiap kali ditekan, akan mengeluarkan percik api pada metal contact didalamnya yang lama kelamaan akan aus, bahkan plastik case nya akan meleleh.
Begitu juga dengan pemasangan lampu yang berdaya lebih besar, akan berkasus sama dengan kasus di atas.
Untuk menyelesaikan masalah tersebut, kita membutuhkan bantuan komponen tambahan yaitu relay.
Relay adalah suatu komponen yang digunakan sebagai saklar penghubung/pemutus untuk arus beban yang cukup besar, dikontrol oleh sinyal listrik dengan arus yang kecil.
Dengan menggunakan relay, kabel yang menuju saklar tidak perlu kabel yang tebal, sebab arus yang terhubung ke saklar sangatlah kecil.


Banyak relay yang beredar di partshop, ada berbagai merek seperti Hella, Bosch, Omron, dsb, … dan banyak pula yang dipalsu.
Saya sendiri lebih memilih untuk menggunakan relay bermerek BOSCH yang asli, begitu juga dengan socket relaynya.
Berikut komponen yang diperlukan untuk project ini..
- Socket Relay merek Bosch + terminal konektornya
- Relay Bosch 4 kaki tipe “0 332 019 453”
- Fuse Box (kotak sikring) + terminal konektornya
- Fuse / Sikring yang disesuaikan dengan beban arusnya .. misalnya 10 Ampere.
- Kabel tebal serabut diameter 5mm
- Terminal Ring 10mm.


 
Cara Pasang..
Ada 2 macam sistem pelistrikan untuk Klakson atau Lampu, yaitu yang dikontrol oleh tegangan positif dan tegangan negatif.
Biasanya sistem yang dikontrol oleh tegangan Negatif menggunakan 2 kabel. Dimana satu kabel untuk ke positif dan satu lagi ke saklar pengontrol.
Sistem yang dikontrol oleh tegangan Positif, biasanya menggunakan 1 kabel saja dari saklar pengontrol. Kabel satunya lagi mengambil negatif dari ground atau body.

NEGATIVE SYSTEM:

Gambar rangkaian klakson dengan sistem Negative (kiri). Instalasinya (kanan)

Kaki Relay nomor 30 menuju Positif Accu (kabel harus tebal, langsung dari Accu).
Kaki Relay nomor 87 menuju Positif Klakson (kabel ukuran tebal atau sedang).
Kaki Relay nomor 85 menuju salah satu Kabel klakson (A)
Kaki Relay nomor 86 menuju salah satu Kabel klakson (B)
Pemasangan kabel dari kaki 85 dan 86 boleh terbolak balik polaritasnya.
Dikarenakan adanya perbedaan lokasi kaki relay pada beberapa merek relay yang ada, harap perhatikan NOMOR kakinya, sebelum memasang!

——————————-
POSITIVE SYSTEM:
Gambar di bawah memperlihatkan kabel standar yang menuju klakson dipotong.
Untuk bagian yang atas kita beri kode A, dan bagian yang menuju klakson kita beri kode B.















Kaki Relay nomor 30 menuju Positif Accu (kabel harus tebal, langsung dari Accu).
Kaki Relay nomor 87 menuju Positif Klakson (kabel ukuran tebal atau sedang).
Kaki Relay nomor 85 menuju salah satu Kabel klakson (A)
Kaki Relay nomor 86 dihubungkan ke body mobil/motor (negatif/ground).
Dikarenakan adanya perbedaan lokasi kaki relay pada beberapa merek relay yang ada, harap perhatikan NOMOR kakinya, sebelum memasang!

Nah.. semoga penjelasan di atas bisa mudah dimengerti, dan rekan-rekan bisa pasang sendiri klakson barunya.
Rangkaian di atas sama penerapannya untuk pemasangan lampu tambahan atau merubah lampu ke daya yang lebih besar.
Manfaat yang didapat dengan menggunakan rangkaian relay ini adalah:
- klakson akan bersuara lebih keras/lantang atau lampu akan menyala lebih terang.
- saklar klakson / lampu akan lebih awet.
Semoga membantu. 
Artikel diambil dari www.saft7.com/ atas ijin pemilik artikel

TOURING PERDANA


TOURING PERDANA VERZA APRIL 2013

CANDRA
BENU
ELVAN
WIRA
NURIL
PRIYO
ANANG
ISFAN

YANG BELUM KESEBUT MAAF LUPA

KM MOTOR MASIH 100


 MOMEN SEBELUM SUNRISE BROMO

 PASIR BERBISIK

 PERJALANAN YANG TIDAK TERLUPAKAN

SAAT PULANG GAK LUPA BELIKAN OLEH-OLEH BUAT YANG DIRUMAH


MOTOR - MOTORKU DARI MASA KE MASA





 Menjadi biker yang sesungguhnya dimulai saat aku kelas 3 SMA. Maksudnya “biker sesungguhnya” adalah bahwa aku benar-benar naik motor dalam kegiatan sehari-hari. Aku sendiri sudah bisa naik motor sejak kelas 5 SD. Belajarnya ngumpet-ngumpet, maklum, takut dimarahi ayahku yang over protective.

Motor pertamaku ini adalah lungsuran dari Ayah. Coba tebak motornya apa? Yamaha? Salah, saudara-saudara! Motornya adalah Honda Astrea Star 1986. Dulu cuma bisa pakai, kurang bisa merawat. Entah berapa kali telat men-servis motor. Tapi boleh dibilang motor ini awet ketika aku pakai. Maklum, aku kan bukan tipe ugal-ugalan bin kebut-kebutan, jadi mesin bisa lebih awet.

Honda Supra X


Motor kedua adalah Honda Supra X yang memiliki kapasitas mesin 100 cc. masih dari lungsuran Ayahku dalam rangka mendukung kegiatan kuliahku. Tapi Honda Supra X ini bukan sembarang Supra X. Saat dipinjamkan, motor ini telah dibekali velg racing dan ban besar. Walau pun tampilannya jadul tapi tampak kekar dibanding Supra yang lain.
Geregetan melihat tampangnya yang culun membuat otakku melayang-layang sehingga aku memutuskan untuk membawa motor ini ke rumah modifikasi.. Setelah lama mencari sisik melik tentang rumah modifikasi, akhirnya kutemukan satu dan asyiknya tempat itu memang spesialis modifikasi motor Honda.
Kurang lebih modifikasi memakan waktu 3 bulan. Cukup lama? Maklum pasiennya cukup banyak, sedangkan aku sendiri kurang telaten nongkrongin rumah modifikasi. Apa yang terjadi kemudian? Rupanya bentuknya oke bin mak nyos. Untuk ukuran tahun 2000an motor ini bisa dibilang oke. Ternyata klakson juga diganti punya mobil. Jadi kuenceng suaranya. Dijamin kaget karena suaranya.
Dengan bangga aku memakai motor ini. Tapi saat parkir ada saja yang sirik, misalnya body jadi baret. Paling parah saat salah satu spionnya pecah. Tapi yang menjengkelkan adalah sering hilangnya helmku di kampus. Dari yang helm jelek sampai helm full face. Kalau tidak salah aku sudah kehilangan 5 helm di parkiran kampus. Eh… kok jadi ngelantur ke helm sih?
Motor ini juga setia mengantarkan aku kemana aja baik dalam maupun luar kota. Sekali isi bensin full sudah bisa digunakan untuk beberapa hari. Malahan bisa seminggu.

Saat sudah bekerja

Coba tebak kali ini motornya apa? Honda? Suzuki? Kawasaki? Salah, saudara-saudara! Yang benar adalah: Yamaha Jupiter Z.

Beruntung aku membelinya dari temanku. Sejatinya motor ini adalah motor ayahnya Wahyu. Kebetulan ayahnya bekerja di Dealer motor Yamaha. Jupe ini sangat terawat dengan baik lahir mau pun batinnya. Eh, maksudnya sangat terawat baik body mau pun mesinnya. Body-nya mulus-lus. Mesinnya juga capcay, eh… okay.
Motor Yamaha Jupe ini cukup berjasa bagiku dalam membentuk mahligai masa depan. Motor ini selalu setia setiap saat mengantarkanku kemana saja, termasuk jalan-jalan sama pacar. Jarang rusak. Paling sering sih di ban bocor. Entah berapa kali harus tersiksa menuntun motor mencari tukang tambal ban. Gara-gara tukang tambal ban yang suka menabur paku sih. Ganti komplit ban dalam-luar pun cuma bertahan sebulan. Habis itu nambal lagi. Paku lagi.

Kurang lebih 3 tahun Jupe menemaniku sampai akhirnya aku memutuskan membeli motor baru. Kali ini tebakannya harus benar. Coba tebak, kali ini motornya apa? Vespa? Eh, kok jawabnya enggak banget deh. Yang benar adalah: HONDA VERZA 150. Cukup bangga karena saat membelinya, yaitu bulan Februari 2014, motor ini masih merupakan produk baru Honda. Masih anget, fresh from the oven (** halah **).


Tadinya sempat mau beli Suzuki Satria FU150 atau Yamaha Vxion, tetapi dengan berbagai pertimbangan, akhirnya aku memutuskan membeli Honda Verza 150. Pilihanku tidak salah. Dan sampai sekarang belum ada masalah mesin. Paling rantai yg berisik saja. Yang unik adalah karena tidak pernah bocor ban karena paku. Padahal selama pakai Jupe pasti ada saja pengalaman ban bocor. Tapi semoga tidak pernah terjadi masalah ban di Verza-ku ini.

Kesimpulan
Nah itulah sekilas pengalamanku bersama motor-motorku. Jangan salah sangka mengira kalau aku fanatikan Honda karena sebenarnya aku sudah mencoba beberapa merek, yaitu: Honda, Jupe (Yamaha). Sayang aku belum pernah pakai motor Suzuki. Belum pernah pula pakai motor 2-tak. Dari dulu tidak selera dengan motor 2-tak.

Jadi biker di jalanan Surabaya adalah pilihan yang terbaik untukku, paling tidak untuk saat ini. Biaya yang dikeluarkan cukup ekonomis, terutama untuk pembelian bahan bakar. Dalam sebulan untuk pemakaian seboros-borosnya tidak sampai 200 ribu. Untuk pemakaianku sendiri rata-rata habis 100 ribu per bulan. Maklum, aku jarang keluyuran. Kalau pun bepergian untuk urusan kantor selalu pakai mobil kantor. Hihihi…

Biaya operasional yang lain juga murah, misalnya biaya parkir. Selain itu naik motor sangat praktis. Mau cari parkir juga gampang. Mau belok atau balik arah karena salah jalan juga gampang. Mau berhenti sembarangan di pinggir jalan juga tidak dilarang, itu dilakukan karena terpaksa dan keadaan darurat ya bro/ sis…... Coba kalau naik mobil, bisa-bisa diomelin orang se-Surabaya karena bikin macet.
Sebenarnya ingin beli mobil juga sih, tapi mengingat kepraktisan motor dan ketidakpraktisan mobil, untuk saat ini aku bahagia menggunakan motor.

SIAPA ITU BIKER ...... ???






Bikers,,,apa sih bikers itu ..... ? 
menurut pandangan saya, bikers ya orang yang punya motor pastinya, memang semua orang punya motor, tapi biker sering riding, sering otak atik motor, suka berita tentang motor, baik dari majalah,tabloid,website atau blog motor, buka internet ya liat berita tentang motor, punya facebook yang teman2nya sesama bikers, gabung di grup bikers, dan yang pastinya bikers adalah orang yang bisa menikmati motornya sendiri, dan ketika riding dia melihat ada motor yang aneh atau gak pernah liat pasti cari tau tentang motor itu…lagi, bikers biasanya punya teman ya seorang bikers, orang yang hobi dengan motor
Contohnya dia punya motor A, pasti dia gabung dengan club motor A, atau cari tau, ada gak sih Club/Komunitas atau pemilik motor A, kalo ada mau gabung donk, nah ketika sudah ketemu club tersebut, dia akan akrab, akan sering kumpul, pasang sticker dengan bangga di motornya, istilahnya KOPDAR (kopi darat), ngumpul sesama sambil ngobrol dan ngopi, berbagi pengalaman atau tanya2 seputar motor,dari situlah muncul rasa kebersamaan yang kuat,selain sesama pemilik motor A, dari kebersamaan akan muncul solidaritas yang kuat.


Bikers tidak pandang merek

Lagi dan lagi, bikers yang sudah punya rasa solidaritas yang tinggi akan menjunjung tinggi kebersamaan, apapun yang terjadi,contohnya : malam ini kumpul di tempat A, tempatnya jauh dan kadangkala tidak ada waktu pasti di sesempatkan buat ngumpul, apapun itu,karna yaitu sudah ada rasa solider yang kuat, gak ikut ngumpul ya biasanya nyesel, teman sesama pasti bakal tanya2 ente kemana kemarin? dsb gak cukup rasa solider sesama di dalam club, contohnya : dijalan ada yang kesulitan seperti ban bocor, mogok, atau butuh peralatan service, atau ada yang kecelakaan pasti dengan senang hati akan menolong, mulia sekali menjadi bikers


Ada canda dan tawa 
Bikers biasanya taat peraturan lalu lintas, karna yaitu, sudah FAHAM DAN MENGERTI DAN BUKAN ORANG AWAM YANG SEKEDAR RIDING ATAU BARU BISA NAIK MOTOR YANG BIASANYA CUMA NGERIBETI DI JALAN…loh kok emosi? tapi yaitu, bikers terbagi menjadi 2, bikers baik yang ane ceritakan di atas, dan bikers buruk yang biasa bikin ulah dan sering ente dengar atau liat di berita televisi…pencurianlah, bentrokanlah, dsb bagi ane sih, satu buruk yang lain juga buruk, ya orang kan kenal bikers ugal ugalan dan sering terlibat kriminal,,,sorry broth, gak juga,,,ente harus tau macam2 bikers jangan asal ceplos tuh mulut bikers tuh begini begini